Ust. Oemar Mita.LC

Ibadah itu terletak pada hati, maka sebelum masuknya bulan ramadan perlu kita memperbaiki hati. Agar semua ibadah yang kita lakukan tidak rusak karena hati kita yang tidak baik. Meskipun bentuk ibadah yang kita lakukakn adalah ibadah yang berbentuk fisik.

Ramadan adalah madrasah untuk mendidik hati kita, dan diharapkan setelah ramadan kita dapat menjadi lulusan terbaik dari Pendidikan hati.

Orang yang puasa sangat merasakan kehadiran Allah pada dirinya, karean pahala puasa sangat besar sekali, keberhasilan puasa juga tergantung pada komponen hatinya.

Puasa dan ibadah lainnya tidak berat, akan tetapi yang berat itu bagaimana kita bisa menjaga hati kita dari hal hal yang dapat merusak hati.

Persiapan hati menuju bulan ramadan :

A, Memperbanyak taubat dan istighfar.

Sesungguhnya yang menjadikan seseorang berat untuk istiqomah menjalankan ibadah itu Karena banyak Dosa.

Sesungguhnya orang yang paling siap untuk menyambut ramadan dan merasakan indahnya ramadan adalah orang orang yang bertaubat sebelum datangnya ramadan.

Allah akan memberikan ekstra kekuatan pada orang orang yang bertaubat untuk melakukan kebaikan.

B, Memaafkan. Memaafkan merupakan impact bagi diri kita, dan bentuk kesiapan hati kita untuk menjalankan ibadah.

Pahala memaafkan sangatlah besar seperti pahala sabar, ketika kita mudah memaafkan orang lain, Allah akan mempermudah orang lain untuk memaafkan kesalahan kita. Ramadan kita akan lebih bermakna jika dalam hati kita tidak ada nama seseorang yang membuat hati kita tidak baik, keluarkan dan maafkan orang itu dari hati kita.

C. Berusaha menanamkan pada hati dan jiwa kita bahwa kita tidak punya apa apa.

Pemilik hati yang sehat adalah orang yang belum merasa cukup dalam taat pada Allah.

Rasa belum cukup taat kita pada Allah, akan selalu membuat hati kita tidak percaya diri, sehingga kita akan terus meningkatkan ibadah ibadah kita agar terus menjadi lebih baik.

Selimut hati yang baik adalah orang yang selalu merasa kurang dari ibadah, bila orang merasakan lebih dari ibadah disitulah kehancuran ibadah dan hati kita.

D. Memanfaatkan Waktu Ramadan.

Maksimalkan waktu kita di bulan ramadan hanya untuk Allah. Kurangi dari kegiatan kegiatan duniawi. Ramadan adalah momentum yang tepat untuk kita belajar mengurangi urusan urusan dunia.

E. Memperbanyak Memohon Kepada Allah Agar Kita diberikan Hati yang Bersih.

Ya Allah berikan jiwaku ketakwaannya, sucikan jiwaku, engkaulah zat yang sebaik baik mensucikan, engkaulah yang menguasai dan mengendalikan jiwaku. Kebersihan hati akan meringankan kita dalam menjalankan dan melaksanakan ibadah ibadah kita pada bulan ramadan.