guru sebagai penggerak literasi sangat diperlukan. Selain itu, kegiatan membaca diyakini merupakan kunci yang akan membuka pintu kebaikan dan ilmu pengetahuan yang berperan dalam membentuk karakter seseorang. Dalam program literasi di sekolah, guru seharusnya menjadi teladan bagi siswa,, khususnya dalam hal membaca. Jika guru menginginkan siswanya membaca, keteladanan dalam hal membaca harusterus dieksplisitkan dan diaurakan. Dengan kata lain, guru perlu menunjukkan minat terhadap bacaan dan turut membaca bersama siswa.. Guru perlu membaca beragam sumber bacaan agar dapat meningkatkan kompetensi diri dan kualitas pembelajaran. Selain menjadi penggerak literasi, guru juga diharapkan menjadi motivator utama yang bersumber pada keteladanannya. Pada dasarnya, strategi literasi dalam pembelajaran adalah usaha untuk membangun pemahaman siswa, keterampilan menulis siswa, dan keterampilan berkomunikasi siswa secara menyeluruh. Strategi literasi dalam pembelajaran merujuk bagaimana membelajarkan materi. Guru harus menjadi contoh dalam melaksanakan sebagai : a. Penggerak literasi b. Teladan membaca c. Teladan menulis
Guru sebagai penggerak literasi harus melaksanakan program-program literasi dengan bersemangat, seperti melaksanakan program yang berkaitan dengan lingkungan social, afektif, dan lingkungan akademik juga yang semakin menebar. Guru yang telah melakukan strategi membaca efektif dapat menyebarkannya kepada para siswanya, dan Guru yang baik tidak hanya akan meminta siswa menulis. Dia juga memberikan teladan dengan menulis karya.
Jika ketiga contoh tersebut dapat dijalankan dengan baik dan bisa dicontoh oleh siswa, maka literasi disekolah akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan utama dari Gerakan Literasi Sekolah yaitu untuk menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan kemampuan literasi siswa. Pada dasarnya GLS ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah dengan kreatif, mampu berkolaborasi, dan berkomunikasi dengan baik